Langsung ke konten utama

Mengarungi Sungai Elo

Rafting atau yang biasa kita kenal dengan sebutan arung jeram. Arung jeram merupakan kegiatan mengarungi jeram-jeram sungai yang sangat menantang. Arung jeram termasuk olahraga air yang memiliki sejarah yang cukup panjang sejak abad ke-19 yang dipelopori oleh seorang tentara yang berasal dari negeri Paman Sam (Amerika Serikat) yaitu Mayor John Wesley Powell.

Beliau memperkenalkan arung jeram pertama kali dengan menyusuri Sungai Colorado sejauh 250 mil yang melintasi gugusan tebing raksasa, yang kemudian diberi nama Grand Canyon. Pada saat ini digunakan perahu yang disusun dari kayu. Kemudian arung jeram berkembang ke Benua Amerika dan Eropa. Aktivitas ini ternyata berkembang dan menjadi sangat populer.

Seiring perkembangan zaman, kegiatan ini mulai banyak digemari dan diproduksi perahu khusus untuk arung jeram dengan material yang kuat agar dapat mengangkut lebih banyak orang dan perbekalan. Kemudian mulai bermunculan sarana-sarana baru untuk kegiatan berarung jeram seperti, kayak, canoe, board dan lain sebagainya.

Olahraga ini membawa suatu pengalaman baru dan menguji keberanian diri untuk menghadapi tantangan. Kegiatan ini menguji aku dan rekan-rekanku untuk berani dalam mengahadapi tantangan, rintangan maupun kesulitan yang akan kami hadapi kedepannya. Aku juga mendapatkan pengalaman baru dan melihat sudut lain keindahan pemandangan alam dengan mengarungi sungai.

Tidak hanya mengarungi sungai dan menikmati keindahan alam, aku juga dapat bercengkrama dan bersenda gurau dengan rekan-rekanku. Melatih ketangkasan dalam bertindak dan menjaga kekompakan tim yang harus aku bangun sejak dini. Di Sungai Elo ini aku berpetualang dan merelaksasikan otak dari penatnya hari-hari kerjaku.

Beberapa orang wartawan dari Times Indonesia bergabung bersama kami. Menikmati indahnya alam Sungai Elo. Hampir 4 jam, aku mengarungi sungai yang terletak di Kabupaten Magelang ini. Petualangan kami pun diakhiri dengan makan siang bersama sembari bercengkrama dan bersenda gurau menertawakan tingkah setiap peserta arung jeram yang beragam.

Aku berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilakukan, untuk menjalin silaturahmi dengan teman sejawat.

Salam,

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Surabaya

Pagi itu sang surya belum menampakkan dirinya, langit masih cukup gelap. Tapi aku telah bangun untuk melangkah memulai hari ini. Aku akan menuju Kota Surabaya. Seperti hari biasanya, aku akan melakukan koordinasi dengan Bapak Penyidik di Polda Jawa Timur. Hal ini aku lakukan terkait perkara yang tengah aku tangani. Ini bukanlah perjalanan pertamaku. Perjalanan kesekian yang kembali aku susuri dengan semangat yang menggebu-gebu. Melewati jalan toll yang disetiap sisinya dipenuhi sawah-sawah yang tengah menghijau. Burung-burung yang terbang entah kemana tujuan mereka. Tampak pula Pak Tani bersiap untuk menggarap sawah-sawahnya. Pagi itu jalanan cukup ramai dengan kendaraan. Berbagai tujuan, berbagai kepentingan yang membuat mereka memulai hari sepagi ini. Pukul 09.30 WIB, aku telah tiba di Polda Jawa Timur. Menunggu kedatangan Bapak Penyidik sembari bersantai melepas penatnya perjalanan pagi itu. Hmm... Cukup pagi memang, namun tampak beberapa orang tengah berbincang-bincang. ...

Aku, Kamu, Kita Berjuang Bersama

Jumat, 17 April 2020. Pagi itu biasa saja. Matahari masih bangun dari Timur. Bersinar gagah, membangunkan siapa saja yang masih dapat kesempatan untuk punya hari baru. Aku pun semangat menyambut hari itu. Menyambut hari dimana aku akan kembali bertemu saudara-saudaraku dijalan. Surya sepertinya membaca semangatku. Ia pun sangat bersemangat sampai peluh jadi tanda teriknya hari itu. Pukul 13.00 aku siap. Dan, Babarsari. Menjadi tujuan pertama aku hari itu. Belum lama aku menyusuri daerah kekuasaan mahasiswa yang kini sepi itu, aku bertemu seorang ibu dan anaknya yang sedang membawa gerobaknya. Dengan sigap aku turun dan memberikannya hadiah karena masih mau berjuang hari itu. Sekotak nasi untuk makan siang bersama anaknya. Pelan-pelan melaju, ke arah jalan solo yang mulai ramai, seperti tidak ada apa-apa.  Tepat setelah aku mengarahkan kemudiku ke kiri, ada 2 orang bapak yang masih cukup muda yang duduk dibalik gerobak penuh dengan barangnya. Tak mau kalah semangat dengan...